
Furniture custom dibuat untuk digunakan dalam jangka panjang. Baik itu furniture berbahan plywood dengan finishing HPL, PVC board, maupun kayu solid, semuanya memiliki daya tahan yang baik jika digunakan dan dirawat dengan benar. Namun dalam praktiknya, banyak kerusakan justru terjadi bukan karena kualitas furniturenya buruk, melainkan karena kebiasaan sehari-hari yang sering dianggap sepele.
Salah satu kebiasaan yang paling sering terjadi adalah membiarkan air atau cairan tumpah terlalu lama di permukaan furniture. Meskipun HPL memiliki ketahanan yang baik terhadap kelembapan dan PVC relatif lebih tahan air dibanding material lain, genangan air yang dibiarkan terus-menerus tetap berpotensi merusak sambungan, edging, maupun area tertentu yang lebih rentan terhadap kelembapan.
Kebiasaan berikutnya adalah menaruh barang yang terlalu berat melebihi kapasitas rak atau kabinet. Banyak orang menganggap semua rak memiliki kekuatan yang sama. Padahal setiap furniture dirancang dengan spesifikasi tertentu. Beban berlebih dalam waktu lama dapat menyebabkan rak melendut, sambungan melemah, bahkan mengurangi umur pakai furniture secara keseluruhan.
Paparan sinar matahari langsung juga sering menjadi penyebab kerusakan yang tidak disadari. Furniture yang terus-menerus terkena panas dan sinar UV dapat mengalami perubahan warna, terutama pada finishing tertentu. Pada kayu solid, kondisi ini bahkan dapat memengaruhi stabilitas material sehingga berpotensi menimbulkan retak atau perubahan bentuk seiring waktu.
Banyak orang juga memiliki kebiasaan membersihkan furniture menggunakan cairan pembersih yang terlalu keras. Produk pembersih dengan kandungan bahan kimia tertentu dapat merusak lapisan finishing dan membuat permukaan furniture menjadi kusam. Dalam banyak kasus, penggunaan kain lembut dan pembersih yang sesuai justru lebih aman untuk menjaga tampilan furniture tetap prima.
Kebiasaan lain yang sering terjadi adalah membanting pintu kabinet atau laci saat digunakan. Meskipun furniture custom umumnya menggunakan hardware berkualitas, penggunaan yang terlalu kasar secara terus-menerus dapat mempercepat keausan engsel, rel laci, maupun sistem bukaan lainnya. Akibatnya, fungsi furniture menjadi kurang nyaman meskipun tampilannya masih terlihat baik.
Pada area dapur dan kamar mandi, sirkulasi udara yang kurang baik juga dapat mempercepat penurunan kualitas furniture. Uap panas, kelembapan tinggi, dan minimnya ventilasi akan membuat material bekerja lebih keras menghadapi kondisi lingkungan. Oleh karena itu, desain ruang yang baik juga berperan penting dalam menjaga ketahanan furniture.
Tidak sedikit pemilik rumah atau villa yang menunda perbaikan kecil pada furniture. Padahal engsel yang mulai kendor, handle yang longgar, atau rel laci yang mulai tidak presisi sebaiknya segera diperbaiki. Kerusakan ringan yang dibiarkan terlalu lama sering berkembang menjadi masalah yang lebih besar dan membutuhkan biaya perbaikan yang lebih tinggi.
Pada akhirnya, usia furniture tidak hanya ditentukan oleh material yang digunakan, tetapi juga oleh cara penggunaannya setiap hari. Furniture custom berbahan plywood HPL, PVC, maupun kayu solid dapat bertahan bertahun-tahun dan tetap terlihat menarik apabila digunakan sesuai fungsinya serta dirawat dengan baik. Kebiasaan-kebiasaan kecil yang terlihat sepele ternyata sering menjadi faktor utama yang menentukan apakah furniture tetap awet atau justru cepat rusak.

